Kejut.com

Rabu, 20 April 2011

Hari-hari ku


            Betapa nikmat pekerjaanku yang sekarang dan aku sangat menikmatinya, setiap hari aku selalu bangun jam 5 pagi, menyiapkan sarapan, sholat berjamaah, sarapan bersama dan kemudian mengantarkannya ke pintu, ciumanpun selalu mendarat di keningku sebelum dia berangkat kerja, aku selalu memandangainya dari jendela kaca sampai dia tidak terlihat jauh melaju bersama sepeda motornya.
            Setelah dia pergi aku mulai membersihkan rumahku, mencuci dan menyetlika baju, mandi dan berangkat ke pasar, memasak masakan yang ya….. bisa di bilang lumayan untuk di makan. Untuk masalah dapur, mungkin aku baru sampai pada nilai 5 untuk skala 10. Minggu pertama di dapur aku selalu membuat tetangga sebelah rumahku bertanya : “kenapa buk?” hhhh……. Ya bagaimana tidak aku selalu heboh dengan percikan minyak di penggorengan dan selalu berkata “aaaaaaaa……….” Bila rasa masakanku yang ga karuan, entah tertalu asin atau terlalu matang alias gosong. “GGGGrrrRRRRrrr……….buang-buang uang, mending beli jadi aja” kataku dalam hati.
            Siang hari suamiku selalu pulang untuk makan siang, maklum jarak tempat kerjanya dengan rumah dinas kami sangat dekat. “Abi, jangan makan bakwan jagungnya” kataku ketika melihat tangannya mulai mendarat di bakwan itu. “Kenapa mi? lawong sudah di masak gini kok.” Aneh, tidak nampak ekspresi apa-apa di mukanya, datarrrr……..”enak bi?” tanyaku. “UUeeenak no……” aku bengong ga percaya, suamiku selalu memakan masakanku ga peduli asin, pait atau hambar sekalipun, katanya sih nanti lama-lama juga bisa. Bener juga ternyata, semakin lama, aku mulai bisa menguasai bumbu (note : untuk masakan-masakan standar ya, he…..) khususnya garam, heheheheheh tertawa puas.
            Sore aku membersihkan rumah untuk yang kedua kali dan mandi, bersiap untuk menyambutnya pulang, saat-saat bersama suamiku adalah saat yang paling menyenangkan, aku sangat bersyukur Tuhan telah menganugerahkan aku jodoh yang sangat sempurna di mataku (InsyaAllah, amin). Sudah 4 bulan pernikahan kami, kami masih berdua, belum ada anggota keluarga tambahan, kami yakin bahwa kelahiran adalah salah satu dari 4 hal yang sudah digariskan oleh Allah bahkan sebelum manusia dilahirkan, jadi sabar dan ikhtiar J, kami anggap ini bonus pacaran dari Allah, untuk menikmati waktu berdua, berkelana, berpiknik ria, pokoknya dunia seisinya berasa milik berdua lah, yang lainnya ngontrak! Hehehe……. InsyaAllah pada saat yang tepat nanti, aku hamil, aku percaya………. J (amin).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar