Kejut.com

Rabu, 15 Desember 2010

Chemistry

                 Merasakan Kedamaian yang begitu luarrrr biasa, kenyamanan yang tiada terhingga, dan akupun bertanya apakah jiwaku sudah menemukan pasangannya? Bagaimana perasaan ini bisa muncul? perasaan terikat satu sama lain, padahal kami adalah dua orang yang berbeda dengan latar belakang yang berbeda dan pastinya jenis kelamin yang berbeda (ya iya lah…….). Bagaimana mungkin dua orang ini melangkah bersama dalam suatu sinergi tak berkesudahan dalam suatu ikatan yang bernama pernikahan?
                Then I called it Chemistry. Suatu ikatan kuat yang menyatukan dua unsur yang berbeda yang saling bersinergi dan menghasilkan perpaduan antara keduanya, seperti halnya air, tidak perlu menjadi ahli kimia untuk tahu bahwa nama kimia dari air adalah H2O yang terdiri dari satu atom O yang diapit oleh 2 atom H, apabila kedua atom ini tak berikatan, maka keduanya tidak akan bisa membentuk air.  Ya….. kira-kira seperti itulah bentuk ikatan antara suami dan istri, dua karakter yang berbeda yang diikat dengan suatu ikatan yang sangat kuat, bernama pernikahan. Suatu ikatan yang memungkinkan munculnya keterikatan secara batin karena dibumbui dengan cinta, kasih sayang, toleransi dan rasa saling menghargai.
                Salah satu factor penting yang mampu menguatkan chemistry itu sendiri adalah kemampuan kita untuk menerima pasangan apa danya, sisi baik dan buruknya (InsyaAllah, amin….).  Karena sejatinya laki-laki dan perempuan itu memang berbeda. Bukankah Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam yang bengkok? Apabila tulang rusuk itu lurus maka dia tidak akan berfungsi melindungi dada manusia yang lemah. Wanita diciptakan dengan sifat perasa, lemah lembut. Bukan berarti bengkok itu tidak sempurna, justru itu yang menjadikan wanita itu sempurna karena dengan sifatnya itu wanita bisa merawat anak dan suaminya dengan perasaan senang dan penuh kasih sayang. Sebaliknya apabila laki-laki diciptakan lemah, apakah dia cukup kuat untuk menjadi tulang punggung yang seharusnya kokoh? 


By : Dyah ayu Paramita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar