Kejut.com

Rabu, 15 Desember 2010

our great mom, ever





              Sewaktu kecil dulu, aku sering sekali menangis ketika ibu tidak membelikan aku mainan, sekarang aku baru tahu bahwa waktu itu ibu sedang mendidikku untuk belajar bahwa tidak semua hal yang aku inginkan bias aku dapatka. Sewaktu aku beranjak dewasa aku sering merasa marah dengan ibu, kenapa uang sakuku sangat sedikit berbeda dengan teman-temanku yang lain, sekarang aku baru tahu bahwa waktu itu ibu sedang mengajariku bagaimana cara mengelola keuangan, membuat yang kurang itu menjadi cukup. Tahun pertama aku masuk kuliah, aku juga merasa sangat sedih kenapa ibu tidak menemaniku di hari-hari pertama aku masuk kuliah, sekarang aku baru tahu bahwa waktu ibu sedang mendidik kemandirianku. Aku sering marah ketika ibu membangunkan aku di pagi hari, menyuruhku untuk memasak, mencuci, menyapu dan sekarang aku baru tahu kalau ibu sedang mengajariku untuk mengelola rumah, menyiapkan diriku menjadi istri yang baik untuk suamiku kelak. She set an example worthy to be followed by me to be a good wife and a agreat mom (amin). To me, my mother is a strength and great mom ever. A  very though woman who brought joy and happiness in my family.
            Tuhan. betapa lambat aku menyadari dalamnya kasih sayang seorang ibu, sangat terlambat ketika 4 hari lagi aku akan berpisah dengan ibu dan akan sangat jarang mengunjunginya, betapa takutnya aku ya Allah ketika nanti setiap aku pulang aku melihat uban di rambut ibuku yang semakin bertambah, kulit yang semakin mengendur, badan yang semakin lemah sedangkan aku belum bisa membalas semua yang diberikan ibu walaupun hanya sedikit. Iam going to miss you dearly mom.
The heroes can be found here, amongst people like my parent, especially for my mom, thanks for make everythings so great. I was blessed to have had them.

By : Dyah Ayu Paramita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar