Kejut.com

Rabu, 15 Desember 2010

Kita part 2

               Di wisuda siswa itu aku datang, pertama kali aku bertemu dan berkomunikasi dengan mas setelah 3 bulan pendidikan di Akmil magelang. Upacara penutupanpun selesai dan keluarga dipersilahkan turun ke lapangan untuk menemui anggota keluarga mereka. Akupun mempercepat langkahkuu menuju ke barisan berseragam putih, mataku terus mencari, mas dimana? (tanyaku dalam hati). Semakin dekat, tapi kenapa tak kutemukan juga? Terus mendekat hingga mataku melihat seorang pria yang nyaris tak kukenal, berdiri dengan tegap dengan seragam putihnya. Jarakku mungkin hanya beberapa cm saat itu, tapi tak ada kata satupun yang keluar, tertahan… “Assalamualaikum” kataku mengawali sapaan, “waalaikumsalam.” Dan tak salah lagi, itu masku….. Betapa aku ingin memeluk mas saat itu, betapa aku ingin bertanya kenapa mas begitu kurus dan hitam? Banyak sekali cerita yang akan ku bagi setelah 3 bulan itu, tapi semuanya seolah tertelan, bisa melihat mas saja saat itu rasanya cukup, benar-benar cukup.
            Sudah 3 bulan, berarti kurang 4 bulan lagi mas menyelesaikan pendidikan pertama perwiranya di magelang. Aku mulai rutin mengunjungi masku setiap hari minggu, menunggu di rumah makan bambu (tempat biasa kami bertemu). Pada satu minggu itu aku datang, duduk di pojok menunggu mas seperti biasa, 4 jam aku menunggu, hari sudah terlalu sore untuk terus menunggu. Akupun pulang tanpa bertemu mas (sedihnya…). Tapi itu sama sekali tak membuatku jera untuk datang dan datang kesana. Sampai malam penutupan pendidikan pertama, di malam pengantar tugas itu aku duduk mendampingi mas, mas terlihat sangat gagah dengan seragam biru yang dipakainya. Tiba-tiba mas mengeluarkan dua buah cincin dari sakunya, cincin lamaran? (harapku dalam hati, ngarep….). Oh bukan itu cm cincin perwira yang mas sengaja beli untukku, yaaahhhhh…..Tapi, tiba-tiba telingaku menangkap suara “Nduk, besok setelah upacara penutupan selesai, bilang sama ibuk, keluargaku mau ke rumah.” Kata masku. Ting….bola mataku menyala, senyumku melebar, jantungkupun berdetak kencang…..”iya mas, iyaaaaa………..”
            Proses lamaran sederhanapun selesai, besoknya mas berangkat ke Surabaya untuk melanjutkan pendidikan khususnya selama 5 bulan.  Dalam pendidikan itu ternyata ada kebijakan diperbolehkannya menikah selama pendidikan, wah senangnya….  J. Langsung deh kami mengurus semua berkas di Surabaya, ngurus nikahnya mungkin lebih rumit daripada pemberkasan untuk pencalonan anggota DPR, tapi aku menikmatinya………..bagaimana mungkin aku tidak menikmati proses untuk menuju suatu kebahagiaan J. Kebahagiaan untuk hidup bersama mas, lelaki yang sangat aku cintai……
            Aku mencintai mas bukan karna seragam maupun gelar. Buatku  mas adalah laki-laki, bukan karna bahu  mas yang kekar, tapi karna kasih sayang, bukan  karna suara mas yang  lantang, tapi karna sikap bijak mas dalam memahami setiap persoalan, bukan karna dada mas yang bidang, tetapi dari hati yang ada di balik itu, bukan pula karna banyaknya wanita yang suka, tapi karna komimen terhadap wanita yang mas cinta…….(At the touch of love everyone becomes a poet, it was absolutely true).
Dan semoga aku bisa menjadi istri yang kuat buat mas, amin….

           

2 komentar: