Kejut.com

Rabu, 15 Desember 2010

kita part 3 (i finally found someone).

            Boyongan began. Done, Yes! Semua barang yang akan kubawa sudah aku siapkan, saatnya tidur, besok harus bangun jam 00.00 untuk mandi dan siap-siap, karna jam 01.00 sudah harus berangkat dari rumah dengan membawa anggota keluarga dan 40 orang pengiring lainnya dalam bus. Sungguh perjalanan yang sangat melelahkan (buat pengiring, hehehe…) tapi buatku adalah perjalanan mendebarkan untuk bertemu sang suami tercinta.
            Jam 09.00 WIB tepat acara dimulai, dan Alhamdulillah kami sudah sampai 10 menit sebelumnya. Ooops….10 menit? Adakah waktu sedikit untuk sekedar memakai bedak dan gincu? Firasatku benar, beberapa menit setelah aku duduk, terdengar namaku dipanggil “mbak mita, yuuuk sudah ditunggu.” Dan pertemuan kamipun diiringi dengan 2 buah kembang mayang, mas menggandeng tanganku erat (oh…..begitu charmingnya mas saat itu). Setelah itu, kami duduk di kursi, berdua mendengarkan pengajian dan menyalami tamu2 yang datang, tanpa make up tentunya……. “mas, mukaku keliatan kucel ngga?” tanyaku. “Enggak nduk, cantikkk.” Jawab masku J
            “Menikah” mungkin kata itu mendominasi pikiranku bahkan jauh sebelum aku lulus kuliah, saat itu mungkin banyak teman-temanku yang memiliki pikiran yang berbeda denganku. “Menikah mit? La terus ga kerja gitu?” oh….God, pertanyaan itu lagi. Bukankah setiap orang itu memiliki pilihan dan tidak semuanya sama? Buatku pendidikan di universitas bergengsi sekalipun tetap tidak akan mengubah batas antara tahu dan tidak tahu itu menjadi lebih tebal, karena bukan itu yang penting, point nya adalah bagaimana kematangan emosional kita di bentuk selama proses perkuliahan itu. Pendirianku tak tergoyahkan dengan segala pertanyaan itu, apalagi mas mendukung, xixixixixi……..He is the only one already.
            Mas bagaikan puzzle buatku, kenapa? Karena setiap orang itu unik, masing-masing mempunyai kekurangan maupun keistimewaan. Tapi keistimewaan itu akan semakin melejit ketika Allah memasangkan seseorang untuk melengkapi kekurangan kita, ya….bagaikan puzzle (insyaAllah). Hal indah yang saya rasakan setelah menikah adalah betapa Allah telah menganugerahkan mas, pendamping dan teman hidup yang begitu luar  biasa, Alhamdulillah. Hingga aku meyadari, you are the best thing I deserve for my searching, my true prince after all. Searching? Iya, aku menyebutnya a miraculous journey ( baca dalam note kita dan kita part 2).
By : Dyah Ayu Paramita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar