Kejut.com

Rabu, 15 Desember 2010

Getar menuju Akad

            Besok adalah hari suci itu, hatiku bergetar ingin segera rasanya melewatinya. Dag…..dig……dug…..arrrggh….kenapa tidak bisa tidur? Undangan telah disebar dan persiapan acara sudah mendekati sempurna, ratusan mata akan menyaksikan prosesi suci itu dari mulai tetangga, teman hingga saudara. “Mas sudah hafal belum? Ayo di coba lagi. ” Berulang kali aku menanyakan masku hafalan sighat ijab dan Kabul. “Sudah nduuukkkk” kata masku yang sudah mulai sedikit geregetan.
            Keesokannya…….
Saya terima nikah dan kawinnya Dyah ayu paramita binti bapak Ari santoso dengan mas kawin seperangkat alat sholat di bayar tunai” Alhamdulillah “SAH.” Mas mengucapkan sighat ijab Kabul itu lancar tanpa pengulangan (kalimat terindah yang akan ku ingat sepanjang masa). Kalimat itu seolah mengangkat beban dan tiba-tiba nafasku terasa sangat ringaaan, Alhamdulillah……..
            Ketika sebuah pernikahan akan diakadkan, maka sesungguhnya perjuangan memang baru akan dimulai. Kata temanku yang udah pernah nikah sih “welcome to the jungle of meaningfull life.” Tapi maksudnya bukan berkemah di hutan lo, xixixixixi (peace… bu tik). Masih banyak halangan dan rintangan yang akan menghadang, tapi menikah atau tidak, bukankah hidup tetaplah sebuah pilihan? dan pilihan itu memastikan, ya…memastikan bahwa kita akan bertemu dengan yang namanya resiko. Buatku pernikahan adalah suatu prestasi yang mengagumkan. Selamat! Sungguh pernikahan adalah hasil dari serentetan tahapan yang penuh perjuangan. Maksudnya perjuangan? Hmmm…….jodoh itu memang sudah ditetapkan, tapi tidak serta merta kita mendapatkan jodoh itu dengan mudah. Bukankah sel sperma manusia saja juga berjuang untuk mendapatkan jodohnya? Mereka meliuk-liuk berenang dan saling bekerjaran dengan jutaan kompetitornya, bagaikan barisan jutaan tentara yang berhasil melewati ganasnya peperangan, sperma yang berhasil masuk ke inti telur adalah sperma yang sangat kuat dan yang lulus seleksi. Nah, tidak berlebihankan kalau tadi saya bilang bahwa pernikahan itu adalah suatu kemenangan? Bergetar hati ini untuk sekali lagi mengatakan bahwa pernikahan adalah hasil perjuangan yang menakjubkan, perjuangan untuk melawan keegoisan yang dikalahkan dengan rasa ingin berbagi, perjuangan untuk mengakhiri penantian atas alasan financial yang dikalahkan dengan kerja keras untuk mau berusaha dan perjuangan untuk menyelamatkan diri dari segala fitnah dan kerusakan. Ketika semua yang haram menjadi halal, “Maka nikmat Tuhan yang manakah, yang kamu dustakan?”

By : Dyah Ayu Paramita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar